Labels

B.Indonesia (4) b.inggris (3) b.sunda (1) biografi (2) Biologi (7) cerita pengalaman (18) cerpen (2) Cheat Point Blank (20) Cheats (18) cracking (3) ekonomi (2) Fisika (13) games (3) Geografi (5) hari raya (1) HPO (1) informasi (11) jualan (3) kimia (20) koleksi (3) matematika (8) musik (1) ngakak (16) ninja saga (9) Pelajaran (127) Pengetahuan (52) perenungan (27) PKN (29) PLH (6) rajutan (1) rempah (1) Request (7) sejarah (8) Seni Budaya (7) Seram (2) sinopsis film (2) software (10) sosiologi (2) story telling (1) TIK (13) tugas (121) Tutorial (38)

Monday, October 15, 2012

Hukum Newton dalam kehidupan sehari-hari

1)       Hukum 1 Newton
 “jika resultan gaya yang bekerja pada benda yang sama dengan nol,maka benda yang mula2 diam akan tetap diam. Benda yang mula2 bergerak lurus beraturan akan tetap lurus beraturan”

Jadi jika resultan dari gaya-gaya yang bekerja
pada sebuah benda sama dengan nol (F = 0),
maka percepatan benda juga sama dengan nol (a= 0) dan benda tersebut :
- Jika dalam keadaan diam akan tetap diam, atau
- Jika dalam keadaan bergerak lurus beraturan akan tetap bergerak lurus beraturan.
Bagian kedua dari pernyataan itu dapat dipahami sebagai berikut. Jika lintasan awal
gerak benda itu perlu suatu dorongan (yang dalam hal ini disebut gaya atau resultan
gaya). Begitu pula bila diinginkan mengubah kecepatan benda baik mempercepat atau
memperlambat, maka juga diperlukan gaya. Jadi bila tidak ada gaya atau resultan
gayanya nol maka bentuk lintasan lurus dan kecepatan benda akan selalu tetap.
Jadi benda akan selalu berusaha mempertahankan keadaan awal jika benda tidak dikenai
gaya atau resultan gaya. Hal ini yang menyebabkan seringnya hukum I Newton disebut
sebagai hukum kelembaman/inertia (malas/inert untuk berubah dari keadaan awal).
Dalam persamaan matematis hukum I Newton sering dituliskan sebagai berikut.
 F = 0
dimana  F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda.
Kesimpulan : F = 0 dan a = 0 Karena benda bergerak translasi, maka pada sistem
koordinat Cartesius dapat dituliskan
 Fx = 0 dan  Fy = 0.



2)       Hukum II Newton
 “percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada benda berbanding lurus dengan besar gayanya dan berbanding terbalik dengan masa benda”

dimana m adalah massa benda dalam satuan kg, a adalah percepatan benda dalam satuan
m/s2, dan  F adalah resultan gaya yang bekerja pada benda.
 F adalah resultan gaya yang menjumlahkan beberapa gaya pada benda.




 Hukum II Newton inilah yang boleh kita sebut sebagai hukum Newton tentang gerak.

3)       Hukum III Newton
“jika benda pertama mengerjakan gaya terhadap benda kedua,maka benda kedua akan mengerjakan gaya terhadap benda pertama yang besarnya sama,tetapi arahnya berlawanan”




C. Gaya Gesek Statis dan Gaya Gesek Kinetis
Secara umum, gaya gesek suatu benda dapat digolongkan dalam dua jenis, yaitu
gaya gesek statis dan gaya gesek kinetis. Gaya gesek statis terjadi saat benda dalam
keadaan diam atau tepat akan bergerak. Sedang gaya gesek kinetik terjadi saat benda
dalam keadaan bergerak.
Gaya gesek merupakan gaya sentuh, artinya gaya ini muncul jika permukaan dua
zat bersentuhan secara fisik, di mana gaya gesek tersebut sejajar dengan arah gerak benda
dan berlawanan dengan arah gerak benda. Untuk menentukan gaya gesek suatu benda
perhatikan beberapa langkah sebagai berikut!
1. Analisislah komponen-komponen gaya yang bekerja pada benda dengan
menggambarkan uraian gaya pada benda tersebut. Peruraian gaya-gaya ini akan
membuat kita lebih mudah memahami permasalahan.
2. Tentukan besar gaya gesek statis maksimun dengan persamaan:
fsmak = s . N
dimana :
fsmak = gaya gesek statis maksimum (N)
s = koefisien gesek statis. Nilai koefisien ini selalu lebih besar dibanding
nilai koefisien gesek kinetis (tanpa satuan)
N = gaya normal yang bekerja pada benda (N)
3. Tentukan besar gaya yang bekerja pada benda yang memungkinkan menyebabkan
benda bergerak. Kemudian bandingkan dengan gesar gaya gesek statis maksimum.
a. Jika gaya penggerak lebih besar dari gaya gesek statis maksimum, maka
benda bergerak. Gaya gesek yang bekerja adalah gaya gesek kinetis, dengan
demikian:
fk = k . N
dimana :
fk = gaya gesek kinetis (N)
k = koefisien gesek kinetis (tanpa satuan)
N = gaya normal yang bekerja pada benda (N)
b. Jika gaya penggerak sama dengan gaya gesek statis maksimum maka benda
dikatakan tepat akan bergerak. Artinya masih tetap belum bergerak, sehingga
gaya gesek yang bekerja pada benda sama dengan gaya gesek statis
maksimumnya.
c. Jika gaya penggeraknya lebih kecil dari gaya gesek statis maksimumnya
maka benda dikatakan belum bergerak. Gaya gesek yang bekerja pada benda
sebesar gaya penggerak yang bekerja pada benda.





referensi
Reactions:

0 comments:

Post a Comment

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India